Muhammad Rofiq, Muslim Rohingya: Kami Mau Tinggal di Mana? Sedangkan Hak Kami Sudah Dirampas


Dari kampung halamannya di Arakan, Muhammad Rofiq dan Muslim Rohingya lainnya berlabuh ke Bangladesh. Kemudian berlayar ke Thailand. Sekarang Muhammad Rofiq berada di Indonesia. Mengapa ia ke luar Arakan? Mengapa berpindah dari Bangladesh ke Thailand dan sekarang ke Indonesia? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan mediaumat.com Fatih Mujahid dengan Muhammad Rofiq. Berikut petikannya.



Bagaimana Anda bisa sampai ke Indonesia?
Kami berangkat mengungsi ke Bangladesh dengan menggunakan perahu. Sebulan di sana kami dianggap illegal dikejar oleh militer Bangladesh dan sebagian ditangkap disuruh kembali ke Arakan.
Lalu kami menuju Thailand tinggal setahun di Pattani. Keadaan tidak kondusif disana kami pun minta tolong menumpang perahu boat menuju Tanjung Pinang. Kami menumpuh waktu delapan hari berlayar ke Tanjung Pinang hingga kami bisa ke Medan.

Dengan siapa Anda ke Indonesia?
Saya berangkat menumpang boat milik orang Thailand. Saya bersama dengan dua orang anak saya, Istri dan satu saudara saya.

Apa yang Anda alami di Arakan?
Di Arakan, yang paling sering kami alami dengan diancam, hak-hak kami dirampas oleh mereka. Dari kekejaman mereka ribuan orang dibunuh ditembak. Sudah 20.000 orang saudara-saudara kami dibunuh, 7000 rumah yang dibakar, dan 36 masjid dihancurkan mereka. Ketika kami tertidur, mereka datang memasuki rumah secara paksa merampas makanan kami mencari apa saja yang mereka bisa ambil dari kami. Setelah itu, mereka menculik laki-laki di rumah-rumah kami, dari umur 12 tahun hingga 25 mereka. Ditutup matanya, diikat lalu dibawah pergi.

Bagaimana nasib Muslimah Rohingya?
Setiap rumah yang memiliki perempuan dua atau tiga orang dari umur 12 tahun, yang kami anggap masih kecil, dibuat tanpa busana, diculik dibawa oleh mereka dan diperkosa. Wanita-wanita kami yang hamil dipaksa melahirkan, dengan perlakuan yang sangat kejam.

Apa keamanan kaum Muslimin Rohingya dijaga?
Tidak ada sama sekali, kami dianggap bukan warga negara Myanmar. Akibatnya keamanan kami tidak dijaga.

Siapa saja pelaku pembantaian ini?
Pelakunya masyarakat-masyarakat Budha Myanmar, para Bikshu yang didukung oleh militer mereka.

Apakah Anda melawan?
Kami melawan, tapi kami tidak berdaya mereka didukung oleh militer, dan mereka menggunakan senjata. Kami hanya menggunakan senjata tajam dan kayu, jika kami membunuh dua orang Budha mereka akan membantai kami dan membunuh 200 orang dari kami. Ulama kami banyak dan menyerukan jihad, namun mereka pun  sudah habis dibunuh.

Apa yang dunia lakukan buat Rohingya?
Dunia tidak berbuat apa-apa buat kami, tidak ada satu pun negara yang mau menolong kami. Mereka hanya melakukan pertemuan-pertemuan, setelah selesai, cerita habis, mereka pulang ke rumah dan melupakan kami. Rohingya tidak pernah dipikirkan. 57 negara kaum Muslimin satu pun tidak ada yang bisa bantu Rohingya, mereka menganggap kalau kami bukanlah urusan mereka. Padahal, umat Islam banyak. Kami sudah tidak tahan lagi, kami lari dan ditembak. Tidak ada tolong kami.

Muslim Rohingya dituduh pemberontak, pendapat Anda?
Itu tidak benar, kami melawan untuk menjaga hak-hak kami yang dirampas oleh mereka. Sekarang kami mau tinggal dimana? Sedangkan hak-hak kami telah diambil semua.



مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (Muttafaqun ‘Alaih)

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حتَّى يُحِبَّ لأَخيهِ ما يُحِبُّ لِنَفسه
"Tidaklah beriman salah seorang kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari - Muslim)


0 comments:

Post a Comment

JOIN US